Download

17 Fakta Sejarah Perkembangan Sepak Bola di Indonesia http://tny.cz/d6ddd692 Kontroversi Supersemar http://tny.cz/8cadc54f

Banner Ad

Total Tayangan Laman

TopMenu

Label

Category

Open Cbox

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Diberdayakan oleh Blogger.

Translator

Followers

Rabu, 06 Februari 2013

PERKEMBANGAN KEANGGOTAAN PBB dan PERAN INDONESIA

1.  Latar Belakang Terbentuknya PBB
Perang Dunia 2 telah meninggalkan kerugian, kesengsaraan, dan perasaan dendam antar bangsa di dunia. Untuk menghindari terulangnya peperangan, beberapa tokoh dunia memprakarsai berdirinya organisasi dunia guna menjamin terciptanya perdamaian dan keamanan dunia.
Setelah PD 2 berakhir, maka Franklin Delano Roosevelt (Presiden Amerika Serikat) dan Winston Churchill (PM Inggris) berhasil menyusun dan menandatangani Piagam Atlantik  (Atlantic Charter) yang berisi perlunya perdamaian dunia. Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, pada tanggal 25-26 Juni 1945 diselenggarakan Konferensi San Francisco (Amerika Serikat) dan berhasil merumuskan Piagam Perdamaian (Charter of Peace). Akhirnya, Piagam Perdamaian diratifikasi oleh 50 negara pada tanggal 24 Oktober 1945. Peristiwa itu dijadikan hari lahirnya PBB (The United Nations Day)
2.  Tujuan Terbentuknya PBB
Pada dasarnya, tujuan PBB adalah sebaga berikut :
Ø  Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
Ø  Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa atas dasar persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri suatu negara
Ø  Memajukan kerjasama antar bangsa dalam memecahkan persoalan-persoalan ekonomi, sosial, kebudayaan, keamanan; serta
Ø  Menjadi pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai cita-cita bersama
Indonesia menjadi anggota PBB ke 60 pada tanggal 28 September 1950. Namun, Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB pada 7 Januari 1965 karena perselisihan politik dengan Malaysia. Akhirnya, Indonesia menjadi anggota PBB kembali pada 28 September 1966 dan tetap sebagai anggota ke 60.

3.  Badan-Badan Kelengkapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
a.    Majelis Umum (General Assembly)
Melaksanakan siding sekitar bulan September sampai Oktober tiap tahunnya. Bertugas merundingkan permasalahan yang ditetapkan dalam Piagam PBB termasuk yang diajukan Dewan Keamanan dan menyusun anggaran belanja PBB
b.    Dewan Keamanan (Security Council)
Terdiri dari dua macam keanggotaan yaitu anggota tetap dna tidak tetap. Anggota tetap terdiri atas lima negara (The Big Five), yaitu AS, Russia, Perancis, Inggris, dan Cina. Anggota tetap Dewan Keamanan memiliki hak veto, artinya hak untuk membatalkan suatu keputusan. Sedang anggota tidak tetap terdiri dai sepuluh negara yang dipilih setiap dua tahun dalam sidang umum. Tugas Dewan Keamanan adalah membantu mencapai perdamaian dunia dan berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi antarnegara di dunia agar dapat terselesaikan secara damai.
c.    Dewan Perwakilan (Trusteeship Council)
Bertugas mengawasi masa transisi suatu wilayah yang belum mempunyai pemerintahan sendiri
d.    Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
Bertugas member keputusan atas dasar hukum internasional mengenai perselisihan internasional. Berkedudukan di Den Haag, Belanda.
e.    Sekretariat, dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal
Secretariat PBB bertugas melaksanakan tugas-tugas administrative PBB, membuat laporan tahunan untuk Majelis Umum mengenai kegiatan PBB, dan mengajukan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi yang menurut pendapatnya dapat membahayakan perdamaian dan keamanan dunia
f.    Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council)
Bertugas untuk mengurus masalah ekonomi, sosial, kebudayaan, HAM, kesehatan, emansipasi, serta transportasi. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Dewan Ekonomi membentuk badan-badan khusus misalnya FAO, WHO, ILO, IMF, IBRD, UPU, ITU, UNHCR, UNESCO dan UNICEF.
4.  Peran Indonesia dalam PBB
Beberapa peranan yang pernah dilakukan Indonesia dalam mencapai tujuan PBB, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung, peranan Indonesia adalah :
Ø  Indonesia berhasil menyelenggarakan KAA yang menghasilkan Dasasila Bandung
Ø  Indonesia adalah salah satu pemrakarsa berdirinya GNB
Ø  Indonesia adalah pelopor tercetusnya konsep ZOFTAN dan SEANWFZ
Secara langsung, peranan Indonesia dapat dilihat dari beberapa peristiwa sebagai berikut:
Ø  Dr. Soedjatmoko pernah menjabat Rekor Universitas PBB yang berkedudukan di Tokyo pada tahun 1971
Ø  Indonesia memberikan bantuan uang dan beras melalui FAO untuk bangsa Ethiopia yang dilanda kelaparan pada tahun 1984
Ø  Tahun 1989, Indonesia dan beberapa anggota ASEAN serta Perancis membantu menyelesaikan pertikaian antar fraksi di Kamboja
Ø  Tahun 1995, Indonesia berusaha menampung para pengungsi Vietnam di pulau Galang
Ø  Antara tahun 1993-1996, Indonesia beberapa kali menjadi mediator perdamaian antara pemerintah Pilipina dan kelompok MNLF yang menguasai Mindanau Selatan
Ø  Tahun 1957, Indonesia telah membantu PBB dalam menjaga dan memelihara perdamaian dengan mengirimkan Pasukan Garuda
Kontingen pasukan TNI Garuda yang pernah membantu Dewan Keamanan PBB adalah sebagai berikut :
v  Pasukan Garuda I bertugas di Gaza (Sinai) pada tahun 1957
v  Pasukan Garuda II bertugas di Kongo (Zaire) tahun 1960-1961
v  Pasukan Garuda III bertugas di Katanga (Kongo) tahun 1963-1964
v  Pasukan Garuda IV bertugas di Vietnam Selatan pada tahun 1973
v  Pasukan Garuda V bertugas di Vietnam Selatan pada tahun 1973-1974
v  Pasukan Garuda VI bertugas di Timur Tengah tahun 1973-1974
v  Pasukan Garuda VII bertugas di Vietnam Selatan tahun 1974
v  Pasukan Garuda VIII bertugas di Sinai pada tahun 1974
v  Pasukan Garuda IX bertugas di perbatasan Irak-Iran tahun 1988
v  Pasukan Garuda X bertugas di Namibia pada tahun 1989
v  Pasukan Garuda XI bertugas di perbatasan Irak-Kuwait tahun 1991
v  Pasukan Garuda XII bertugas di Kamboja tahun 1992
v  Pasukan Garuda XIII bertugas di Somalia tahun 1992
v  Pasukan Garuda XIV bertugas di Bosnia-Herzegoniva tahun 1993-1994
v  Tahun 2006, Pemerintah Indonesia merencanakan untuk mengirim pasukannya ke Libanon
5.  Peranan PBB dalam mengembangkan modernisasi dunia
Dalam rangka mengembangkan modernisasi dunia, PBB membentuk organisasi yang diberi nama ITU (International Telecommunication Union), bertugas mengembangkan pemerataan dan modernisasi teknik telekomunikasi dengan perlengkapan standar.
6.  Peranan PBB dalam menciptakan perdamaian dunia
PBB membentuk Dewan Keamanan dengan tugas membantu mencapai perdamaian dunia dan berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi antarnegara di dunia agar dapat terselesaikan secara damai
7.  Peranan PBB dalam menciptakan kesejahteraan bangsa di dunia
Dalam rangka mewujudkan masyarakat dunia yang sejahtera, PBB membentuk beberapa badan-badan khusus, diantaranya :
1)    FAO (Food and Agriculture Organization), bertugas membantu meningkatkan standar gizi dan taraf hidup masyarakat dunia
2)   WHO (World Health Organization), bertugas memajukan tingkat kesehatan dan memberantas penyakit menular di dunia
3)   ILO (International Labour Organization), bertugas membantu kepentingan kaum pekerja di dunia
4)   IMF (International Monetary Organization), bertugas memajukan perdagangan internasional dan membantu negara-negara yang mengalami masalah keuangan
5)   IBRD (International Bank for Reconstruction and Development), bertugas membantu perbaikan ekonomi dan member pinjaman lunak kepada negara yang memerlukan
6)   UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization), bertugas membantu pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pendidikan
7)   UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund), bertugas membantu memenuhi kepentingan anak-anak di seluruh dunia
8)   UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees), bertugas mengurusi para pengungsi dan tawanan perang


1 komentar:

  1. thanks atas infonya, bisa membantu saya buat refrensi tugas sekolah..

    BalasHapus