Download

17 Fakta Sejarah Perkembangan Sepak Bola di Indonesia http://tny.cz/d6ddd692 Kontroversi Supersemar http://tny.cz/8cadc54f

Banner Ad

Total Tayangan Laman

TopMenu

Label

Category

Open Cbox

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Diberdayakan oleh Blogger.

Translator

Followers

Rabu, 27 Februari 2013

Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan Pada Masa Hindu Budha Serta Peninggalannya


    I.        Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia
Letak strategis yang dimiliki negara Indonesia, membuat negara kita sejak jaman prasejarah dilalui jalur perdagangan antara Cina dan India, apalagi setelah perdagangan lewat laut, maka selat Malaka merupakan pintu gerbang antara India dan Cina. Pedagang India maupun Cina sering singgah di wilayah selat Malaka termasuk Sumatera, sehingga terjadi kontak dan saling mempengaruhi antar kebudayaan mereka.
Sebelum pengaruh India masuk, bangsa Indonesia telah memiliki kebudayaan dan kepercayaannya sendiri, misalnya : bersawah, berlayar, seni wayang, gamelan, batik serta kepercayaan animisme dan dinamisme. Pada saat pengaruh dari India masuk, kebudayaan sendiri tidak hilang begitu saja, tetapi ada yang berpadu dengan kebudayaan luar, dan tidak semua pengaruh India ditiru bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia memiliki local genius, yaitu kemampuan untuk menyaring dan mengolah budaya asing yang masuk dan disesuaikan dengan cara setempat.
Ada beberapa teori yang dikemukakan para ahli mengenai masuknya pengaruh India sekitar abad 2 sampai abad 5 ke Indonesia, antara lain :
a.    Teori Brahmana, yang dikemukakan oelh J.C. Van Leur. Menurut teori ini para Brahmanalah yang menyebarkan agama Hindu ke Indonesia, atas undangan penguasa di nusantara
b.    Teori Ksatria, yang dikemukakan oleh Majumdar. Dikemukakan bahwa pada waktu itu banyak ksatria India yang mendirikan koloni di Indonesia maupun Asia Tenggara. Golongan ini melakukan penaklukan sambil menyebarkan ajaran Hindu.
c.    Teori Waisya, yang dikemukakan oleh N. J. Krom yang menyebutkan bahwa pembawa dan penyebar agama Hindu ke Indonesia adalah para pedagang
d.    Teori Arus Balik, yang dikemukakan oleh F. D. K. Bosch. Teori ini menekankan pada peran aktif bangsa Indonesia. Bahwa setelah hubungan dagang terjalin, banyak pedagang Indonesia yang pergi ke India. Mereka mendatangi tempat-tempat penting di India sambil belajar ajaran Hindu-Budha. Setelah pulang mereka menyebarkan pengetahuannya, namun terlebih dahulu disesuaikan dengan kutur Indonesia.
Selain daripada itu, masuknya pengaruh India ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu :
Ø  Jalur Darat (Jalur sutera / Silk Road) yang dilalui para kafilah dari India ke Tibet, terus ke Cina, Korea, dan Jepang. Jalur sutera yang lain bisa dari India Utara, ke Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, kemudian berlayar ke Indonesia
Ø  Jalur Laut, merupakan jalur perdagangan yang biasa dilalui oleh kaum pedagang yang berlayar dari Asia Selatan ke Asia Timur, sedangakan rutenya mulai dari India, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Cina, Korea dan Jepang.
 II.        Pengaruh Budaya Hindu-Budha dalam budaya Indonesia
a.    Bidang Agama, mulai dikenalnya agama Hindu-Budha yang berpadu dengan kepercayaan lama yaitu animisme dan dinamisme
b.    Bidang Pemerintahan, mulai dikenalnya sistem kerajaan yang dipimpin seorang raja dan dipilih berdasarkan keturunan
c.    Bidang Bahasa dan Tulisan, dikenalnya tulisan yang berhuruf Pallawa dan berbahasa sansekerta
d.    Bidang Kesenian
1)    Seni Bangun (Arsitektur), dikenalnya bangunan candi. Di India, candi adalah sarana pemujaan namun di Indonesia candi juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah para raja.
2)   Seni Sastra, karya sastra terkenal dari India adalah Mahabarata dan Ramayana. Karya tersebut memacu para pujangga Indonesia untuk menciptakan karyanya sendiri antara lain : Arjunawiwaha (karya Mpu Kanwa), Sutasoma (karya Mpu Tantular), Negarakertagama (karya Mpu Prapanca), Bharatayudha (karya Mpu Sedah), Syang Hyang Kamahayanikam, Kunjarkama, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar