Download

17 Fakta Sejarah Perkembangan Sepak Bola di Indonesia http://tny.cz/d6ddd692 Kontroversi Supersemar http://tny.cz/8cadc54f

Banner Ad

Total Tayangan Laman

TopMenu

Label

Category

Open Cbox

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Diberdayakan oleh Blogger.

Translator

Followers

Rabu, 06 Februari 2013

Perkembangan Gerakan Non Blok (GNB) dan Peran Indonesia


            Gerakan Non Blok (GNB) dibentuk oleh beberapa negara yang cinta damai dan ingin berperan aktif dalam mencari solusi terbaik dalam rangka menciptakan perdamaian dan keamanan dunia. Pertentangan atau rivalitas antara Blok Barat dan Blok Timur semakin memuncak. Meskipun pertentangan itu belum sampai menyebabkan terjadinya peperangan secara terbuka, namun perang dingin antara kedua blok telah menimbulkan ketegangan sehingga mengganggu ketertiban dan perdamaian dunia. Dengan demikian, gagasan untuk mendirikan GNB merupakan upaya cerdas untuk meredakan ketegangan antara blok barat dengan blok timur. Sekaligus mewujudkan kehidupan dunia yang tertib, aman, dan damai berdasarkan prinsip-prinsip kebebasan untuk menentukan cita-citanya.
            Untuk meredakan ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur, beberapa negarawan dari Indonesia, India, dan Yugoslavia mengadakan pertemuan di pualu Brioni, Yugoslavia dan berhasil mencetuskan ide pembentukan Gerakan Non Blok (GNB). Beberapa tokoh yang dianggap sebagai pemrakarsa berdirinya GNB adalah :
1.     Presiden Soekarno (Indonesia),
2.    Presiden Jseph Broz Tito (Yugoslavia)
3.    Presiden Gamal Abdul Naser (Mesir)
4.    Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), dan
5.    Perdana Menteri Kwame Nkrumah (Ghana)
Mereka sepakat menggalang solidaritas untuk mengenyahkan kolonialisme dalam segala bentuknya dan mereka menentukan sikap bersama terhadap perang dingin. Pada tahun 1961 ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur semakin memuncak, keika dibangun tembok Berlin untuk membelah kota Berlin. Ketegangan semakin memuncak, ketika pada tahun yang sama timbul krisis di Kuba, setelah Uni Soviet membangun pangkalan rudal di negara itu.
Ketegangan tersebut ikut mendorong terbentuknya GNB. Pada tahun 1961 berlangsung pertemuan persiapan KTT 1 GNB di Kairo. Pertemuan itu berhasil mengangkat 5 (prinsip) prinsip yang menjadi dasar GNB. Dari kelima prinsip itu memuat dua hal yang menjadi perhatian utama GNB, yaitu kolonialisme dan negara super power. Adapun kelima prinsip tersebut adalah :
1.     Tidak berpihak terhadap salah satu dari dua blok, yaitu Blok Barat dan Blok Timur
2.    Berpihak terhadap perjuangan anti kolonialisme
3.    Menolak ikut serta dalam berbagai bentuk aliansi militer
4.    Menolak aliansi bilateral dengan negara super power
5.    Menolak pendirian basis militer negara super power di wilayah masing-masing
Adapun tujuan berdirinya GNB dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
Ø  Tujuan ke dalam, yaitu mengusahakan kemajuan dan pengembangan ekonomi, sosial, dan politik yangjauh tertinggal dari negara-negara maju
Ø  Tujuan ke luar, yaitu berusaha meredakan ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur menuju terwujudnya dunia yang tertib, aman, dan damai
Untuk mencapai tujuan tersebut, negara-negara non blok menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT). Pokok pembicaraan KTT adalah membahas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan tujuan GNB dan membahas peristiwa-peristiwa internasional yang dapat membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.
Tahun 1989, negara-negara Blok Timur di bawah pimpinan Uni Soviet mengalami keruntuhan. Uni Soviet pecah menjadi Rusia dan 14 negara kecil lainnya. Tembok Berlin dihancurkan dan Pakta Warsawa dibubarkan. Dengan demikian, era ‘perang dingin’ sebagai penyebab timbulnya ketegangan dunia pun berakhir. Namun dalam kenyataannya, ketegangan-ketegangan yang mengancam ketertiban, keamanan, dan perdamaian dunia masih terus berlanjut, terutama karena sikap arogan Amerika Serikat yang ingin menjadi pemimpin dunia. Semua negara dipaksa untuk tunduk kepadanya
Berdasarkan perkembangan dunia, terutama berakhirnya perang dingin bukan berarti GNB harus dibubarkan. Masih banyak persoalan dunia yang harus segera dipecahkan. Misalnya, masalah kemiskinan pengangguran, ketimpangan sosial, penindasan hak asasi manusia. Oleh karena itu, peranan dan fungsi GNB masih relevan dengan perkembangan dunia yang terjadi. Bedanya, pada waktu yang lalu GNB berorientasi pada masalah-masalah politik, maka pada saat ini GNB berorientasi pada masalah-masalah sosial-ekonomi yang timbul sebagai dampak globalisasi. Artinya, untuk membangun kehidupan yang berkeadilan merupakan salah satu tugas berat GNB yang harus diperjuangkan pada waktu sekarang dan yang akan datang.
Tempat dan tanggal KTT GNB :
·         KTT I – Belgrade, 1 September 1961 - 6 September 1961
·         KTT II – Kairo, 5 Oktober 1964 - 10 Oktober 1964
·         KTT III – Lusaka, 8 September 1970 - 10 September 1970
·         KTT IV – Aljir, 5 September 1973 - 9 September 1973
·         KTT V – Kolombo, 16 Agustus 1976 – 19 Agustus 1976
·         KTT VI – Havana, 3 September 1979 – 9 September 1979
·         KTT VII – New Delhi, 7 Maret 1983 – 12 Maret 1983
·         KTT VIII – Harare, 1 September 1986 – 6 September 1986
·         KTT IX – Belgrade, 4 September 1989 – 7 September 1989
·         KTT X – Jakarta, 1 September 1992 – 7 September 1992
·         KTT XI – Cartagena de Indias, 18 Oktober 1995 – 20 Oktober 1995
·         KTT XII – Durban, 2 September 1998 – 3 September 1998
·         KTT XIII – Kuala Lumpur, 20 Februari 2003 – 25 Februari 2003
·         KTT XIV – Havana, 11 September 2006 – 16 September 2006

1 komentar: