Download

17 Fakta Sejarah Perkembangan Sepak Bola di Indonesia http://tny.cz/d6ddd692 Kontroversi Supersemar http://tny.cz/8cadc54f

Banner Ad

Total Tayangan Laman

TopMenu

Label

Category

Open Cbox

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Diberdayakan oleh Blogger.

Translator

Followers

Rabu, 06 Februari 2013

Konferensi Asia Afrika dan Peran Indonesia


            Pemerintah Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tanggal 18-24 April 1955 di Bandung. Keberhasilan itu merupakan suatu prestasi besar karena diselenggarakan di tengah-tengah maraknya gerakan separatis dan keadaan pemerintahan yang tak satabil.
Latar belakang penyelenggaraan KAA adalah :
Ø  Pertentangan antara Blok Barat (kapitalis) dan Blok Timur (komunis) yang mengancam ketertiban dan perdamaian dunia
Ø  Sebagian besar negara-negara Asia-Afrika yang menjadi korban imperialism-kolonialisme negara-negara Barat
Ø  Pelaksanaan politik apartheid (diskriminasi) di beberapa negara Afrika
Ø  Perlunya kerjasama antara negara-negara Asia-Afrika dalam menghadapi masalah pembangunan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kebudayaan

Ide melaksanakan KAA datang dari Negara Indonesia yang kemudian disambut positif dari negara-negara India, Pakistan, Sri Lanka, dan Birma (Myanmar). Kelima negara itu, kemudian menjadi sponsor penyelenggaraan KAA. Untuk mempersiapkan KAA, kelima negara di atas menyelenggarakan konferensi pendahuluan, yaitu :
v  Konferensi Kolombo
Konferensi Kolombo dilaksanakan di Sri Langka pada tanggal 28 April s/d 2 Mei 1954. Tujuannya adalah membahas masalah Vietnam dalam menghadapi Konferensi Jenewa pada tahun 1954. Selain itu konferensi berhasil memutuskan hal-hal sebagai berikut :
·         Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis
·         Menuntut kemerdekaan bagi Tunisia da Marroko
·         Menyetujui dilaksanakannya KAA dan menugaskan Indonesia untuk menyelidiki kemungkinan KAA itu
v  Konferensi Bogor (Pancanegara)
Sesuai hasil putusan Konferensi Kolombo, Indonesia kemudian melakukan pendekatan diplomatik kepada 18 negara Asia-Afrika. Pemerintah Indonesia ingin mengetahui tanggapan negara-negara tersebut terhadap ide penyelenggaraan KAA. Ternyata, negara-negara yang dihubungi menyambut baik dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya.
Sebagai tindak lanjut, Indonesia mengadakan Konferensi Bogor pada 28-29 Desember 1964 dengan mengundang peserta Konferensi Bogor dihadiri tokoh-tokoh penting, yaitu :
1.     Mr. Ali Sastroamidjojo (PM Indonesia)
2.    Pandit Jawaharlal Nehru (PM India)
3.    Mohammad Ali (PM Pakistan)
4.    U Nu (PM Birma/Myanmar), dan
5.    Sir John Kotelawala (PM Sri Langka
Konferensi tersebut membicarakan persiapan-persiapan terakhir pelaksanaan KAA. Kesepakatan yang dihasilkan dalam Konferensi Bogor adalah sebagai berikut :
Ø  KAA akan diselenggarakan di Bandung pada 18-24 April 1955
Ø  KAA akan 30 negara sebagai peserta
Ø  Menetapkan rancangan agenda KAA
Ø  Merumuskan tujuan-tujuan pokok KAA
KAA dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955 dan dibuka oleh Presiden Soekarno. Adapun tujuan dilaksanakan KAA sebagai berikut :
Ø  Mewujudkan kehendak baik, kerjasama, persahabatan, dan hubungan antar bangsa Asia-Afrika
Ø  Mempertimbangkan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan bangsa-bangsa Asia-Afrika
Ø  Mempertimbangkan masalah-masalah khusus, seperti kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme
Ø  Meningkatkan peran Asia-Afrika dalam memajukan kerjasama dan perdamaian dunia
KAA membawa beberapa perubahan, baik bagi Indonesia, negara-negara Asia-Afrika, maupun dunia, yaitu :
·         Bagi Indonesia
1.     Indonesia mendapat dukungan dari negara-negara Asia-Afrika dalam merebut kembali Irian Barat
2.    Politik luar negeri bebas aktif Indonesia mulai diikuti oleh negara-negara yang memihak blok Barat atau Timur
·         Bagi negara-negara Asia-Afrika
1.     Perjuangan negara-negara Asia-Afrika untuk memperoleh kemerdekaan semakin meningkat
2.    Kedudukan bangsa-bangsa di Asia-Afrika semakin meningkat dalam percaturan plitik Internasional
3.    Terciptanya hubungan dan kerjasama antara bangsa-bangsa dan negara-negara Asia-Afrika dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan
·         Bagi dunia
1.     Berkurangnya ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur
2.    Amerika Serikat dan Australia mulai menghapus politik ras diskriminasi
3.    Negara-negara imperialis-kolonialis mulai melepaskan negara-negara jajahannya

6 komentar: