Download

17 Fakta Sejarah Perkembangan Sepak Bola di Indonesia http://tny.cz/d6ddd692 Kontroversi Supersemar http://tny.cz/8cadc54f

Banner Ad

Total Tayangan Laman

TopMenu

Label

Category

Open Cbox

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
Diberdayakan oleh Blogger.

Translator

Followers

Rabu, 27 Februari 2013

Jenis-jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia




      A.   Pithencanthropus erectus


Pada tahun 1890 di Desa Trinil, tepatnya di daerah Ngawi, telah ditemukan fosil berupa tulang rahang, tulang geraham, dan bagian tulang rahang kiri, serta tengkorak bagian atas. Fosil yang diperkirakan sebagai manusia purba Indonesia ini ditemukan oleh Dr. Eugene Dubois. Temuan fosil tersebut diberi nama pithecanthropus erectus. Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari kat pitheca : kera, anthropus : manusia, erectus : berdiri.  Sehingga pithecanthropus erectus berarti manusia kera yang berdiri atau berjalan tegak.
Secara umum pithecanthropus erectus memiliki cirri-ciri sebagia berikut :
1)    Tinggi berkisar 165-180 cm.
2)   Berat badan antara 30-150 kg.
3)   Anggota badan tegap.
4)   Dahi miring ke belakang.
5)   Tonjolan kening sangat nyata.
6)   Alat kunya besar.


B.  Meganthropus palaeojavanicus


Pada tahun 1963 dan 1941, di sebuah tepian Bengawan Solo, tepatnya di Desa Sangiran (Solo), Von Koeningswald juga meneukan fosil yang diperkirakan sebagai fosil manusia purba. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang atas, dan tulang rahang bawah. Dilihat dari bentuk dan ukuran, fosil ini diperkirakan lebih besar dan kuat dibandingkan fosil yang ditemukan di Trinil. Karenanya, fosil ini diberi nama Meganthropus palaeojavanicus. Mega berarti besar, palaeo berarti tua, sedangkan javanicus berarti jawa. Sehingga Meganthropus palaeojavanicus berarti manusia besar tertua di dari Jawa.
Adapun cirri-ciri dari Meganthropus palaeojavanicus adalah sebagai berikut :
1)    Rahanya menunjukan tanda-tanda bahwa fosil ini memiliki alat-alat kunyah yang sangat kokoh.
2)   Tulang pipinya tebal.
3)   Tonjolan keningnaya tajam dan mencolok.
4)   Otot tengkuk kuat.
5)   Tubuhnya tegap tetapi tidak begitu tinggi.
6)   Makanan meganthropus doperkirakan tumbuh-tumbuhan.

C.    Homo
Jenis-jenis fosil homo yang pernah ditemukan di Indonesia, di antaranya :
1)    Homo wajakensis
Penemu dari fosil ini adalah Dr. Eugene Dubois, pada tahun 1889 di Desa Wajak Tulung Agung. Karena ditemukan di Wajak inilah, fosil manusia purba ini bernama Homo wajakensis. Dilihat dari cirri-cirinya, Homo wajakensis menampakkan cirri yang tidak sama dengan fosil manusia purba di Indonesia oada umumnya. Bahkan ia lebih mendekati cirri bangsa Uustroid., ang menurunkan Bangsa Australia.
Adapun ciri-ciri dari Homo wajakensis adalah sebagai berikut :
a)    Cara berjalan dengan berdiri tegak, sudah lebih sempurna jika dibandingkan dengan Pithecanthropus erectus.
b)   Muka tidak begitu menonjol ke depan (tetapi jika dibandingkan dengan manusia sekarang, ia lebih menonjol).
c)    Tulang dahi dan bagian belakang tengkorak sudah membulat dan tinggi.
d)   Alat pengunyah rahang, gigi dan otot tengkuk sudah sudah mengecil.

2)   Homo soloensis
Di Ngandong Solo, pada tahun 1931-1934, Ter Haar dan Ir. Opennorth, menemukan fosil manusia purba berupa manusia tengkorak. Hasil oenemuan tersebut diteliti oleh Von Koeningswald dan Weidenreich. Dari analisa yang dilakukan, disimpulkan bahwa manusia purba jenis ini tingkatannya lebih tinggi dibandingkan pitethecanthropus.
Adapun cirri-ciri Homo Soloensis (manusia solo) adalah sebagai berikut :
a)    Tubuhnya sedikit lebih tinggi dan lebih tegak dibandingkan denag Pithecanthropus erectus.
b)   Isi tengkorak lebih besar.
c)    Tonjolan kening tidak begitu besar.

3)   Homo mojokertensis
Selain di Wajak dan di Solo, Mojokerto juga menyumbangkan fosil manusia purbabagi perkembangan ilmu pengetahuan. Berbeda dengan di tempat lain, fosil yang ditemukan di Perning Mojokerto ini berupa tegkorak anak-anak.
 Penemunya adalah Cokro Handoyo dengan Duyfies (Belanda).
Adapun cirri-ciri Homo mojokertensis adalah sebagai berikut :
a)    Berbadan tegap.
b)   Otot tengkuk sangat kuat.

1 komentar:

  1. Banyak fosil manusia purba ditemukan di Indonesia, mampir juga ya ke blog saya www.goocap.com

    BalasHapus